1
Kacang rebus dan kopi. Di sini aku dilahirkan, katanya.
di belahan desa di kaki gunung Sumedang
ada kehidupan yang harus ditantang
Setelah begitu merepotkan. Masih kudengar kata tidak
Ibunya mengembara saat empat tahun usia
Bersama siapa?
Malaikat. Dan roh-roh dunia akhirat
Kepadanya, gadisku hatiku mengiba. Walau sebelumnya telah kutegaskan cinta
Ternyata jalan Tuhan. Di sudut perenungan paling dalam, ia kembali ke pangkuan
Kabur dari asuhan. Sendirian
Bapak di desa sakit-sakitan. Gadisku,
: kesunyian di pojok kehidupan
Sedang mengupas kacang.
Sekarang meniti sawah, mandi cahaya
Lalu bagaimana sekolah?
Cinta, kita jangan kalah !
2
Merasa dari kulit singkong yang dikupas direbus disajikan padaku
di sepotong siang. Dari ujung Samoja kekasihku menemukan
sosok ibu. Bersama senyumku berbidang tanah lereng gunung
Membisu
—-Sungai-sungai
——–Sebuah rakit
——————-Jepret potret
Tidak untuk sayangku yang tak hilang
Bahwa harus maju itu perlu
Bersamaku
Aku pasti bantu!
2008







