Enam Sajak di Harian Seputar Indonesia, 13 April 2008

Maaf, Aku Cuma Punya Buku Harian!

Maaf, aku cuma punya buku harian
nongkrong di warung kopi jalanan
melihat anak kehidupan
tinggal rokok sebatang di tangan
kenapa pagi jadi siang
padahal rumah besar
apa nggak takut kesasar?

Ini buku harian,
buat bayar !

2008

 

Belum apa-apa

Di kening hiasan kekasihku itu tumbuh
mengganti sore yang muram di hadapan tuhan
menyudahi munajat sehabis keringat
bolehkah memelukmu di batas angin saja?
Tak usah memberiku seribu mantra
menebus dua hari kemarin sebab cinta
karena aku belum apa-apa

2007

 

Menyimpang

Nurani terus kau lawan
Ibu tak tahu. Bapak tak tahu. Tuhan hanya memberi jalan
Semalam kau langsung tidur. Segalanya kau lupakan
Apa artinya kebenaran? Apa artinya kenyataan?

Sesuatu yang terus kau lawan

2008

 

Di Tubuh Derita

Derita keabadian itu
di tubuh dunia penciptaan dengan belukar darah
menyerah. Menghantam setiap langkah memerah
Ada saja gangguannya di segenap cahaya itu
begitu ingin seperti angin
Menghembus terus
Menerpa arus. Memaksa kehendak dengan sebentar
lagi kehidupan pun rusak
tak usah tatap menjalak
kita tahu siapa kita di segala tak berdaya kita
titik saja
Itu keabadian derita

2007

 

Uzlah

Oh tidak
Kini ia menyuram di sudut masjid
di sebuah kota melaut Jawa

2007

 

Munajat

Tegaskan
beribu-ribu ampun
telah sekian menikam
hujan

2007

Seputar Indonesia, 13 April 2008

Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.