telaga cibinong, di situ wajah ceritamu
telaga manakah yang kau idamkan
dayungdayung berputar menyelami langit jingga
jaringjaring nelayan karam ditengah genangan
dan kau berhenti memikirkan bagaimana nasib ceritamu
berakhir. seperti juga wajah situ cibinong yang menderu
saat kau mengatakan: aku tak mampu lagi mendayung hingga ke tepi!
burungburung menari di udara
hatimu punah ke tengah telaga
sebab semilir angin pun tak mengerti apa makna
tatapan hatimu
mungkin jaring labalaba mengerti
pikiranmu sekarang adalah riak air
: keruh gemuruh, selatselat tanpa muara
kau perlu tenggelam sebentar menghirup
ricik ikan, karang batu kali dan patahan anginangin
setelah itu kau boleh mendung kapanpun kau mau
2009
margonda, kisah kegelapan
sementara malaikat dan malam berseteru
tentang siapa yang berhak merayu jejak kotaku
makhlukmakhluk malam diajaknya diam sambil menonton
lelaki dan gadis mengadukaduk lampu jalan. tangan iblis
gentayangan di bilik kamar, tempat nasib waktu disihir
menjadi kegelapan. sementara malaikat masih kukuh menggenggam
lilin. dan malam tak ingin kegelapan pudar karena cahaya
yang angkuh terus menerus bersinar
sepertinya iblis lebih betah bersahabat dengan malam
karena dilihatnya lelaki dan gadis telah beranjak dari tepi jalan
seraya berujar, “iblis dimana kau sembunyikan malaikat?
kami rindu seutas lilin,”
lelaki dan gadis menemukan malaikat. Iblis dan malam
menyusul dibelakang. mereka berkumpul di bilik kamar
membincangkan jejak kotaku yang lihai menyihir kegelapan
menjadi lebih gelap.
2009
Majalah Sabili, Edisi Agustus







