sembilan sajak kepada rumput (balada orang-orang tercinta, 2)

/dua sajak sederhana untuk dua perempuan penyuka hujan

 

tentang perempuan yang selalu hilang dan kembali

-nabil “kecil”

 

nabila, sudah jam sembilan malam

saatnya matamu terpejam!

 

aku selalu lupa bagaimana caranya

membuatmu kembali. membuatmu ada.

membuatmu tak hilang lagi, nabila.

dan aku selalu membayangkanmu sendirian

menelusup ke kerumunan orang. menyaksikan orang orang

berganti wajah. berganti rupa. membuntuti seekor kupu kupu

yang terbang ke sana kemari.

aku selalu lupa bagaimana caranya membuatmu kembali, nabila.

yang selalu pergi tanpa pernah sepatah kabar kudengar

di beberapa tempat, di perjalanan, Braga, Mangga,

Gedung Indonesia Menggugat

dan di setiap pertemuan. aku merasa kamu selalu hilang,

padahal kamu ada. aku hanya takut kamu kehujanan, nabila

walau aku tahu kamu sangat mencintai hujan.  sangat.

 

cibiru, februari 2011

 

 

mari kita bermain hujan, fitria

-miss beloved fitria

 

ini kali keduanya, ternyata kamu suka hujan juga, fitira

kita menyusuri hutan dan alang alang

dan sejak itu aku merasa kamu benar benar gembira seandainya tubuhmu

basah. begitu basah. saat air turun pelan pelan. dan wajahmu

tampak terlihat menawan. sangat menawan. melebihi hasratku untuk selalu

memanggilmu grandma!

sudahlah fitria, kita masih sama sama muda

mari kita bersenang senang bermain hujan

membiarkan tubuh kita telanjang  dan basah dicumbui derai hujan

hingga tubuhmu lepas ditembus bintik bintik hujan. dan tanganku tak lepas lepas

menggenggammu di kedua tangan.

sebab aku tak merasakan segar di kamarmu yang hanya

sampai jam sembilan malam.

mari, keluarlah! keluarlah, fitria! kita bermain hujan.

setelah itu kamu bebas menuliskan apa saja pada lembar lembar cerita

yang tak melulu soal cinta. mungkin kita.

tentang hujan kita.

 

cibiru, februari 2011

 

 

 

 

/tiga sajak untuk tiga tanda tanya

 

apakah kamu L?

-Lukita Octavia

 

aku kira kamu L  yang ada dalam film death note itu

berani beraninya melawan  dewa kematian.  aku kira kamu L itu.

yang selalu dingin. yang tak banyak bicara. tapi otakmu selalu bekerja keras

memecahkan segala kasus permasalahan dengan sempurna. aku kira kamu L itu.

tapi ternyata bukan.  aku salah. sebab aku selalu melihatmu diam. tapi lagi lagi

aku salah.

kamu adalah L yang hanya ingin mencoba segalanya. segalanya.

dan menumpahkan segala yang terpendam dari laut hatimu

yang paling dalam.

lalu sepertinya

kali ini aku (tak) salah. kamu L itu. yang sedang mencoba

meraba raba hidup.

 

Cibiru, februari 2011

 

*death note adalah film berdasarkan serial manga Jepang yang ditulis oleh Tsugumi Ohba tentang pertarungan Light Yagami yang menemukan “catatan maut” dewa kematian dan mengacaukan dunia bertarung kecerdasan melawan L  atau Lawliet (yang kemudian dikenal dengan nama ryuzaki), seorang detektif profesional muda bertaraf internasional yang hanya bergerak di belakang layar. L memiliki kepribadian yang unik sekaligus misterius, menyukai permen dan segala yang manis-manis. Pendiam namun jeli dan jenius. dalam versi layar lebarnya, Death Note dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Death Note, Death Note: The Last Name, dan Death Note: L Change The World.

 

 

 

benarkah kau ingin menulis esai, maulida?

-maulida althafunnisa

 

dengan sedikit agak malu malu

dia datang kepadaku mengantarkan

lapis lembar tulisannya

dan tentu saja aku masih mengenal

senyum itu. seminggu lalu dia datang dengan hal yang sama

kak, bagaimana caranya membuat esai?

lalu tiba tiba aku melihat di kepalanya

tumbuh akar pohonan, biji-bijian,

tunas tunas tanaman. buah buahan yang

kemudian rindang.

aku lihat pula tulisannya tumbuh dan terus tumbuh.

bercabang.

bagaimana bisa, kataku. tentu bisa, berminggu minggu sudah

aku mengeramnya, katamu.

 

Cibiru, februari 2011

 

kepada perempuan seperguruan, kau kah itu?

-raneerun desu

 

bagaimana bunyi suara jaros di tempatmu, ran

apakah juga bersuara man jadda wajada?

cibiru, februari 2011

*Jaros: istilah bahasa arab yang bermakna lonceng. alat ini biasanya dipakai di beberapa pesantren, seperti pondok gontor, sebagai tanda waktu setiap aktivitas baru.

*Man jadda wajada: (peribahasa arab) barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka dia dapatlah ia.

 

/empat sajak pendek untuk empat abah

 

backpack

-abah hadi

 

beri aku peta

agar usiaku

(tampak) lebih muda

 

Cibiru, februari 2011

 

kemeja

-kak moel

 

aku (belum) gagal jadi tukang pajak

apalagi penulis sajak

 

cibiru, februari 2011

 

astrada

-haryoko sani wiguna

 

yok, kapan kita mabuk puisi lagi

sebelum film filmmu berakhir

dan aku jatuh cinta pada salah satu adegannya

 

cibiru, februari 2011

 

 

mistis

-ang furkon

 

tanpa sengaja kita pernah

menjadi autis bersama

 

cibiru, februari 2011



Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Boy  On 18 Maret 2011 at 14:40

    WS, Rendra pemberani, patriotik, intelektual,langka
    unik dan specifik……

  • Gallery Mulyadi  On 11 Maret 2012 at 14:40

    naha kudu Pajak??? karek maca uing nu puisi iyeu…..heheheh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.