dengan tangan mungilmu itu
dengan tangan mungilmu itu
kau ajak aku mengunjungi
setiap bingkai kepalamu
kau antar aku pada setiap keheningan baru
dunia yang bisa membuat kau dan aku tersenyum
hanya dengan menelusuri lekuk sudut bingkai kepalamu
gambar-gambar manusia aneh, jari jari tangan tak utuh,
kepala manusia berjumpalitan, senyum bibir yang jatuh
dan warna biru kelabu.
padahal kau masih berlari, bermain dengan sedikit rumputan
dan rumah gedek bambu. ada sepasang kupu kupu yang murung
di dahan pohon rumahmu. pun pelukan ibu yang kerap kau rindu
selamanya kau akan bicara dengan tangan mungilmu itu
tangan yang menjadikanku patung di depan bingkai kepalamu
setelah sekian jam aku diam dengan seluruh kesunyian, lalu aku baru bisa menyeru
sedikit namamu: salsabila, kisah dari negeri tanpa nama yang rusak dan berantakan
setelah sisa namamu hanya secarik kertas buram dan pensil yang patah
di pinggiran kota.
aku hanya mampu mengenangmu sebagai tegal alur, tegal alur
rumah roboh segala duka!
depok, 2009
*tegal alur: nama daerah di Cengkareng, Jakarta Barat yang pernah terkena
penggusuran
emak menanti ujang datang berdendang
ujang, ayo dendangkan lagi nasib masa depanmu!
seru angin dan riuh lautan kota
lalu sampai ke mana kau akan mengejar matahari
kasian emakmu yang rikuh menunggu masakan hari ini
seperti senar gitar yang kau petik keras sekali sampai merintih
emakmu perih melangkahi tanah tanah kering penuh matahari
menanti ujang kapan datang
emak ingin memasak nyanyian kesukaan ujang
sebab emak senang ujang telah bisa menciptakan
hari hari sendiri tanpa bantuan angin pagi
setelah lagumu garing ditelan angan angan
kau diami malam sunyi serupa kamar idaman
yang kau tata di pinggir kota laksana rumah baru
padahal kalau kau suka kau masih bisa berbaring
di lobi gedung itu meski ranjang dalam kamar
mengharamkan tubuhmu untuk sekadar terkapar
hanya karena lebih baik kau terbakar atau mati kedinginan
baiklah ujang, lebih baik emakmu tak perlu tahu
bahwa malam ini kau mengumpulkan banyak nyanyian
untuk emak masak bulan depan
tak perlu tahu pula kalau kau lelap semalaman
di depan kantor bis malam
2009







