Dua sajak dalam Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Trowulan 2010 (Dewan Kesenian Mojokerto)

dengan tangan mungilmu itu

dengan tangan mungilmu itu
kau ajak aku mengunjungi
setiap bingkai kepalamu
kau antar aku pada setiap keheningan baru
dunia yang bisa membuat kau dan aku tersenyum
hanya dengan menelusuri lekuk sudut bingkai kepalamu
gambar-gambar manusia aneh, jari jari tangan tak utuh,
kepala manusia berjumpalitan, senyum bibir yang jatuh
dan warna biru kelabu.

padahal kau masih berlari, bermain dengan sedikit rumputan
dan rumah gedek bambu. ada sepasang kupu kupu yang murung
di dahan pohon rumahmu. pun pelukan ibu yang kerap kau rindu
selamanya kau akan bicara dengan tangan mungilmu itu
tangan yang menjadikanku patung di depan bingkai kepalamu
setelah sekian jam aku diam dengan seluruh kesunyian, lalu aku baru bisa menyeru
sedikit namamu: salsabila, kisah dari negeri tanpa nama yang rusak dan berantakan
setelah sisa namamu hanya secarik kertas buram dan pensil yang patah
di pinggiran kota.
aku hanya mampu mengenangmu sebagai tegal alur, tegal alur
rumah roboh segala duka!

depok, 2009

*tegal alur: nama daerah di Cengkareng, Jakarta Barat yang pernah terkena
penggusuran

 

emak menanti ujang datang berdendang

ujang, ayo dendangkan lagi nasib masa depanmu!
seru angin dan riuh lautan kota

lalu sampai ke mana kau akan mengejar matahari
kasian emakmu yang rikuh menunggu masakan hari ini
seperti senar gitar yang kau petik keras sekali sampai merintih
emakmu perih melangkahi tanah tanah kering penuh matahari
menanti ujang kapan datang
emak ingin memasak nyanyian kesukaan ujang
sebab emak senang ujang telah bisa menciptakan
hari hari sendiri tanpa bantuan angin pagi

setelah lagumu garing ditelan angan angan
kau diami malam sunyi serupa kamar idaman
yang kau tata di pinggir kota laksana rumah baru
padahal kalau kau suka kau masih bisa berbaring
di lobi gedung itu meski ranjang dalam kamar
mengharamkan tubuhmu untuk sekadar terkapar
hanya karena lebih baik kau terbakar atau mati kedinginan

baiklah ujang, lebih baik emakmu tak perlu tahu
bahwa malam ini kau mengumpulkan banyak nyanyian
untuk emak masak bulan depan

tak perlu tahu pula kalau kau lelap semalaman
di depan kantor bis malam

2009

Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.