Dua sajak dalam Antologi “Ziarah Kata” (Majelis Sastra Bandung, 2010)

airmata pujangga

tangisilah airmata
yang tak meleleh ketika
kau melempar jiwa
ke dalam neraka

pulang dari kesulitan
kau hampir saja memeluk tuhan
tapi kenapa kau jatuhkan

tangisilah airmata
sekarang juga
segera setelah Allahuakbar
memanggilmu untuk
membasuh muka
agar diammu tak selalu kekal, pujangga!

2008

 

weekend

tak selalu malam minggu
langit dan bulan menjaga cengkrama
lantas bercinta

seperti cinta menghangatkan air dalam termos
menyusup
panas
meregup redup ke pembuluh jiwa
ke urat syaraf
ke urat nadi
ke ulu hati

kata memberi bukan lagi tembok untuk berbagi

dari setiap hari
dari dirimu alami

2007

Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.