airmata pujangga
tangisilah airmata
yang tak meleleh ketika
kau melempar jiwa
ke dalam neraka
pulang dari kesulitan
kau hampir saja memeluk tuhan
tapi kenapa kau jatuhkan
tangisilah airmata
sekarang juga
segera setelah Allahuakbar
memanggilmu untuk
membasuh muka
agar diammu tak selalu kekal, pujangga!
2008
weekend
tak selalu malam minggu
langit dan bulan menjaga cengkrama
lantas bercinta
seperti cinta menghangatkan air dalam termos
menyusup
panas
meregup redup ke pembuluh jiwa
ke urat syaraf
ke urat nadi
ke ulu hati
kata memberi bukan lagi tembok untuk berbagi
dari setiap hari
dari dirimu alami
2007







