SAJAK: RUMAH

RUMAH

1/
lagi-lagi aku dengar
nyanyi azan. bagai katup
bunga. menutup dan enggan
terbuka

2/
pada sebelum maghrib telah kita
temui bulan tak sampai purnama.
sesuatu dalam tubuh kita kelak
menyimpan cahaya

3/
aku mencium harum bunga
pada detik ketika maut
begitu dekat. doa hanya serupa
omong kosong. mirip pembicaraan
seseorang dengan kenangan

4/
ada baiknya kita rahasiakan
pertemuan yang mengunci
batin kita hingga menjadi kekal
waktu. dan perjumpaan bagai
ruh tak bertubuh.

5/
biarlah aku mengenali
wajahmu dalam rupa sepi.
kekosongan yang menyekap
kakiku sampai ke pintu
waktu. hingga

akhirnya kita sama sama
mencari arah. yang orang-
orang tak pernah duga

6/
dan selalu saja sebagai puisi
aku tak dapat menjadi arang
yang bisa kau andalkan
sebagai api. yang menyala
yang membakar segenap

hasratku. tak habis habisnya
tersungkur dalam seperempat
rindu. melebihi napasku yang
mendengus. sebelum lampus.

7/
aku hanya perlu tempat
kembali. sesuatu yang
membuatku betah menjaga sunyi

2011

Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.