Sepulang dari Palmerah

perasaan perasaan akan kukubur
sebagai batu yang kelak hancur
dipukul palu di atas bis dan demi baju baju, celana,
handuk yang tergantung di palang pintu
akan kubaringkan remuk tubuhku ini
dalam kesunyian kamar yang kekal tanpa
berisik persoalan atas nama kertas kertas
yang tercecer di lantai
di meja di kasur di got depan kontrakan
yang membuat kepalaku panas bagai ditimpa
nyala matahari
biarlah orang orang menerima kenyataan
dalam kendaraan kendaran yang macet
dan nit not klakson yang senantiasa menyekap mereka
seperti kucing kelaparan di trotoar
sedangkan aku setia mengunyah waktu
seolah hidup berlangsung lama
tanpa demi demi tanpa atas nama
semuanya biarlah semulus bismillah

Jakarta-Bandung-Depok, 2011

Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.